Saturday, February 9, 2013

Ikhlas, Hanya Untuk Allah




Allah Ta’ala berfirman:

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya” (Q.S. Al-Hijr: 21)

Di antara mutiara hikmah yang terkandung dalam ayat ini yaitu segala sesuatu tidak dapat diminta melainkan dari Allah semata. Karena Dialah Yang Maha Memiliki perbendaharaan dan di tangan-Nya lah kunci-kunci semua perbendaharaan itu. Sehingga, meminta kepada selain-Nya berarti meminta kepada makhluk yang tidak mempunyai kekayaan dan tidak mampu mewujudkan keinginan.

Di dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ

“dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),” (Q.S. An-Najm: 42)


Ayat ini juga mengandung mutiara hikmah yang sangat dalam; yaitu segala keinginan dan cita-cita yang tidak ditujukan kepada Allah dan tidak berhubungan dengan-Nya adalah semu dan sia-sia. Sebab, keinginan seperti itu tidak mempunyai tujuan akhir sama sekali, padahal, segala sesuatu pasti akan berujung kepada Allah. Semua urusan pasti berpulang kepada penciptaan-Nya, kehendak-Nya, hikmah-Nya, dan ilmu-Nya. Allah adalah puncak dari segala tujuan dan keinginan. Mencintai sesuatu bukan karena-Nya akan mengakibatkan keletihan dan siksa. Seluruh perbuatan yang tidak ditujukan untuk-Nya akan sia-sia dan percuma. Setiap hati yang tidak terkait dengan-Nya akan celaka, serta terhalang untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan.

Jadi, segala sesuatu yang diinginkan hanya berasal dari Allah Ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya, (وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ)“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya” (Q.S. Al-Hijr: 21). Dan semua yang diinginkan pun harus ditujukan kepada Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya, (وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ)“dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),” (Q.S. An-Najm: 42). Atas dasar itu, tidak ada yang paling penting untuk dicari selain Allah, dan tidak ada tujuan akhir selain kepada-Nya.

------------------------------

Sumber: Fawaaid Al-Fawaaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Penerjemah: A. Sjinqithi Djamaluddin

ditulis dan ditata ulang oleh Hasan Al-Jaizy





No comments:

Post a Comment