Saturday, March 16, 2013

Menjauhi Bahaya


ORANG yang mendekati bahaya akan dijauhi keselamatan. Dan orang yang mengaku mampu mengendalikan diri akan menderita kerugian. Sangat banyak orang yang ceroboh justru menemui kesialan. Dan anggota tubuh yang paling layak dikendalikan dan diatur adalah lisan dan mata.

Janganlah sekali-kali Anda terkecoh oleh tekad Anda untuk melawan hawa nafsu hingga Anda pun memberanikan diri mendekati bahaya!

Waspadalah, sebab hawa nafsu memiliki banyak tipu daya! Termat banyak pahlawan dan pemberani pilih tanding di medan laga yang tewas terbunuh oleh orang yang sebelumnya dia remehkan! Ingatlah kisah Hamzah dan Wahsyi!

فتبصّر ولا تشم كلّ برقٍ ... ربّ برقٍ فيه صواعق حين
واغضض الطرف تسترح من غرام ... تكتسي فيه ثوب ذل وشين
فبلاء الفتى موافقة النف ... س وبدء الهوى طموح العين

Renungkanlah dalam-dalam dan jangan mudah terkecoh  oleh pesona
Karena kadang cahaya kilat bermuatan petir yang menghancurkan
Peliaralah mata Anda pasti Anda akan merasakan kedamaian
Dan Anda juga akan terjauhkan dari  tindakan yang memalukan
Bencana yang menimba seorang pemuda adalah karena hawa nafsu
Dan awal bencana hawa nafsu adalah mata yang dilepas dan jelalatan”

Sumber:  Shaid Al-Khatiir, Ibnul Jauzy, cet. Darul Uswah, September 2010







Berminat pada buku ini?

Lihat Deskripsi buku ini dan pesan di: http://pustakailmu.com/buku-shaidul-khatir#.UTxQDKKxWoA


Memikirkan Akhir Kehidupan



ORANG  yang memikirkan akhir kehidupan pasti akan menaruh kewaspadaan. Dan orang yang meyakini lamanya perjalanan tentu akan melakukan persiapan.

Aku sungguh heran kepada Anda, wahai orang yang meyakini sesuatu kemudian melupakannya! Aku sungguh takjub pada Anda, wahai orang yang mempercayai bahaya sesuatu tetapi lantas mendekatinya! Dan aku begitu takjub pada Anda kala Anda takut pada manusia padahal Anda seyogyanya hanya takut pada Allah.

Aku sangat kaget melihat Anda yang menuruti keinginan hawa nafsu untuk mengejar apa yang disangkanya,tetapi Anda tidak memaksanya untuk mengejar apa yang Anda yakini.

Hal yang paling mengherankan adalah Anda gembira dalam keterpedayaan Anda, namun Anda lupa apa yang disiapkan untuk Anda.

Monday, March 11, 2013

Merenungi Akibat Perbuatan



ORANG yang memikirkan secara saksama akibat setiap perbuatan sebelum melakukannya pasti akan menuai manfaatnya dan selamat dari madharatnya. Sedang orang yang tak mau merenungkan akibat setiap tindakan pasti akan kalah oleh hawa nafsunya. Keselamatan yang diharapkannya pun justru berubah menjadi kecelakaan, sementara kesenangan yang diinginkannya malah berubah menjadi kesengsaraan.

002 Tafsir Al-Baqarah: Ayat 008-009


008 - {وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ}

009 – { يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ }


008 - “Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”

009 – “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”


Sunday, March 10, 2013

Kecenderungan Pada Dunia Dan Akhirat



MENURUT pembawaannya manusia punya kecenderungan yang kuat pada dunia dan ia merupakan bagian tak terpisahkan darinya. Sedang ketertarikan pada akhirat adalah sesuatu yang tidak bersenyawa dengannya, dan ia merupakan bagian yang terpisah darinya.

Orang yang tak punya ilmu sering menganggap kecenderungan pada akhirat sebagai kecenderungan yang (harus) lebih dominan, karena ancaman-ancaman yang didengar seseorang dari Al-Qur’an. Padahal, yang benar tidak demikian.

Kecenderungan tabiat manusia pada dunia tak ubahnya seperti air mengalir yang senantiasa mencari tempat yang lebih rendah, dan bila hendak naik ke atas ia mesti bersusah payah untuk mewujudkannya.

Manusia Berbeda-beda Dalam Memahami Nasihat


 KESADARAN seringkali menyeruak kala sebuah nasihat mengetuk telinga seseorang. Namun, sesaat setelah ia meninggalkan majelis tempat nasihat tersebut diberikan kepadanya, kekerasan hati dan kelalaian jiwa kembali merajai.

Aku (Ibnul Jauzy) mencoba mencari tahu penyebabnya hingga aku pun berhasil mengetahuinya. Aku bahkan berhasil mengetahui bahwa manusia tidak sama dalam kemampuan mempertahankan kesadaran tersebut. Secara umum hati tak terjaga lagi sesudah mendengakan nasihat dikarenakan dua faktor:

Friday, March 8, 2013

SAKARATUL MAUT





Sudah tiba saatnya orang tidur harus bangun. Sudah tiba waktunya orang lalai harus sadar sebelum kematian menjelang dengan membawa minuman yang getir, sebelum semua gerakan ini terhenti, sebelum nafas tak lagi berhembus, sebelum dibawa dan berada di dalam kubur.

Imam Al-Qurthuby rahimahullah menjelaskan, Allah Ta’ala menggambarkan beratnya kematian di empat ayat sebagai berikut:

Pertama
{وَجَآءَتْ سَكْرَةُ ٱلْمَوْتِ بِٱلْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ}

“Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (Q.S. Qaf: 19)

Kedua

{وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ}

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut” (Q.S. Al-An’am: 93)

Ketiga

{ فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ}

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,” (Q.S. Al-Waqi’ah: 83)

Keempat

{كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ}

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,” (Q.S. Al-Qiyamah: 26)